INi t3NT@n6 AQ

Tahap Perkawinan pada Droshopila Melanogaster

Posted on: April 18, 2008

Selama aktivitas perkawinannya Drosophila sp. akan melakukan serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan perkawinan. Shorrock (1972) dalam Hartanti (1998) mengatakan bahwa sebelum kopulasi Drosophila sp. akan melakukan urutan kegiatan yang biasanya disebut pacaran. Tahap pacaran ini didahului dengan penepukan tubuh betina oleh kaki depan jantan (tapping). Jika gejala diatas tidak muncul dapat diartikan bahwa individu jantan dan betina merupakan spesies yang berbeda sehingga tidak akan terjadi perkawinan.

Shorrocks (1972) dalam Corebima (1993) mengemukakan pula bahwa individu jantan D. melanogaster dapat juga melakukan kesalahan prosedur tepukan. Demikian pula jika urut-urutan kegiatan “pacaran” terputus karena sesuatu sebab, maka individu jantan dapat kehilangan jejak dan mengalihkan perhatiannya kepada individu betina yang lain. Pada keadaan di mana terdapat campuran populasi, kadang-kadang individu betina yang lain itu ternyata tidak tergolong sesama jenis. Walaupun demikian, individu jantan tetap “mencarinya”, sekalipun betina itu tidak harus mengizinkan melakukan kopulasi. Dikatakan bahwa tampaknya individu betina tersebut tidak puas terhadap individu jantan, dan menyadari bahwa yang bersangkutan tidak tergolong sesama jenis.

Setelah melewati tahap tapping individu jantan dan betina saling berhadapan dengan jarak 2 mm, kemudian individu jantan akan mengikuti betina dengan bergerak berputar (orientating). Lebih lanjut individu jantan akan memperlebar posisi sayapnya membentuk sudut 90 dari badannya (berada pada jarak yang paling dekat dengan kepala dari individu betina) sambil menggetarkan secara periodik (scisoring).

Tahap berikutnya 1 atau 2 sayap akan dipanjangkan dan dinaikkan kemudian digulung dan diturunkan lagi (rowing). Tahap licking terjadi jika individu jantan menjilati alat kelamin betina dengan menggunakan “belalainya” (Proboscis), mengatur posisi tubuhnya, dan akhirnya melakukan kopulasi. Jika individu betina telah reseptif, individu jantan akan menaikinya kemudian terjadi kopulasi (Shorock, 1972; Fowler, 1973 dalam Hartanti, 1998).

Secara fisiologi permulaan dari kopulasi yang pertama sfhinkter reflek terbuka dari saluran ejakulasi terdepan pada jantan, dilanjutkan pelepasan sperma dari vesikula seminalis ke dalam saluran ejakulasi depan. Berikutnya terjadi kontraksi dari bagian ampullari dan bagian tubular dari saluran itu, mendorong sperma melewati bulbus ejakulatori (Bairate, 1986 dalam Fowler, 1973 dalam Hartanti, 1998).

Bennet-Clark dan Ewing (1968) sebagaimana yang dikutip Shorrocks (1972) dalam Corebima (1993) menemukan bahwa selama “pacaran” individu jantan D. melanogaster mengeluarkan bunyi sedemikian sehingga dkenali oleh individu betina. Tampaknya bunyi itu dihasilkan oleh getaran sayap selam periode “pacaran”. Bunyi itu berupa suatu rangkaian bunyi, dimana tiap bunyi diikuti oleh suatu periode diam. Pada D. melanogaster tiap bunyi berlangsung selama 0,003 dt. dan terulang 30 kali perdetik. Bunyi tersebut berasal dari arista pada antena kedua.

White (1978) yang mengutip Averhoff dan Richardson (1974, 1976) serta Bennet-Clark dkk. (1976) dalam Corebima (1993) menyatakan bahwa sudah dapat dipastikan ada feromon yang mempunyai peranan penting pada periode pacaran Drosophila. Dalam hubungan ini diyakini bahwa kegiatan pacaran pada D. melanogaster bermula dari adanya rangsangan feromon-feromon individu betina atas individu jantan untuk mulai melakukan kegiatan pacaran, dan feromon individu jantan mendorong betina untuk menerima kehadirannya.

Shorey dan Bartell (1970) sebagaimana yang dikutip dalam Ehrman (1981) dalam Corebima (1993) juga telah menemukan suatu feromon kelamin yang bersifat volatile, yang dihasilkan oleh individu betina D. melanogaster. Feromon kelamin itu merangsang dan mendorong timbulnya tingkah laku pacaran pada individu jantan. Dikatakan pula bahwa feromon kelamin itu juga memperbesar peluang individu jantan untuk mendekati individu betina yang berada di dekatnya. Dilaporkan bahwa tingkah laku selama pacaran juga dirangsang oleh bau-bauan yang dihasilkan oleh individu-individu jantan yang lain, akan tetapi dayanya kurang dari sepersepuluh daya feromon kelamin yang dihasilkan oleh individu betina.

Ehrman dan Probbes yang dikutip Ehrman (1981) dalam Corebima (1993) mengajukan hipotesis yang menyatakan bahwa feromon-feromon pada D. melanogaster merupakan senyawa-senyawa hasil metabolisme yang berfungsi sebagai suatu “karangan bunga” bagi individu jantan. Dikatakan pula bahwa feromon-feromon itu adalah semacam hormon yang menyebar melalui udara yang berfungsi untuk mempengarui tingkah laku individu yang masih tergolong sesama jenis.

Menurut Jallon (1984) dalam Nusanatari (1997) menemukan perbedaan feromon kelamin diantara strain D. melanogaster. Scott (1986) dalam Nusantari (1997) juga menemukan adanya senyawa hidrokarbon jantan yang berperan dalam fungsi seksual. Hidrokarbon inilah yang akan ikut ditransfer ke dalam individu betina selama kopulasi yang menyebabkan berkurangnya respon individu betina terhadap individu jantan lain.

Shorrochs (1972) dalam Nusantari (1997) menemukan bahwa semua jenis D. melanogaster menghasilkan bunyi dalam pola yang spesifik dan individu betina dari semua jenis D. melanogaster menghasilkan bunyi penolakan yang dipahami oleh individu jantan yang bukan sesama jenis.

9 Responses to "Tahap Perkawinan pada Droshopila Melanogaster"

Perkawinannya melibatkan feromon ya? Rumus molekulnya apa?

berapa hari sih drosophla melanogaster mengadakan kopulasi??????????

Kalo kopulasi setahuQ gak sampai hitungan hari,,
dari hasil penelitianQ kemaren untuk Drosophila Melanogaster lama kopulasinya sekitar 15 menit_an gitu…

bagaimana kalo keterangan disertai dengan dafatar pustakanya..

klo mau yg lebih lengkap plus dapusnya silahkan hubungi saya saja….

thanks y….wlopun gx ada dpus nya…tpi udh membantu q….untk menyelesaikan tgs yang menumpuk ini.

sama2,,, senang bs membantu…..^_^

bisa disertai gambar ngga???

klo butuh gambarnya share di emailQ ja ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: